This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 10 April 2017

Keistimewaan Kota Madinah

“Sesungguhnya Ibrahim telah menyucikan Makkah dan mendoa¬kan kebaikan bagi penduduknya, dan aku menyucikan Madinah sebagaimana Ibrahim menyucikan Makkah. Aku juga mendoakan keberkahan untuk takaran dan mud di Madinah sebagaimana Ibrahim mendoakan kebaikan untuk penduduk Mekah,” (HR. Muslim).
“Sesungguhnya Ibrahim telah menyucikan Makkah dan aku menyucikan Madinah diantara dua gunungnya tidak boleh ditebang tanamannya dan diburu hewannya,” (HR. Muslim).
 “Keimanan akan selalu mengelilingi Madinah sebagamana ular mengelilingi liang rumahnya,” (HR. Bukhari).
 “Madinah adalah tanah haram antara gunung Air dan Tsawr. Siapa yang berbuat jahat di dalamnya atau melindungi orang jahat maka dia akan mendapat laknat dari Allah, malaikat, seluruh manusia, dan Allah tidak akan menerima secuil pun kebaikannya. Haram memotong tanamannya, memburu hewannya, dan mengambil barang yang terlantar kecuali untuk menyelamatkannya. Siapa pun tidak diperkenankan mengangkat pedang dan berperang di dalam¬nya atau memotong rerumputan kecuali untuk memberi makan unta,” (HR. Bukhari).
 “Akan datang satu masa ketika seseorang akan mengajak sepupu dan kerabatnya mencari kesejahteraan. Seandainya mereka menge¬tahui, Madinahlah tempat yang paling cocok untuk tujuan mereka. Demi Allah yang menggenggam jiwa ragaku, tidak ada seorang pun yang keluar dari Madinah sambil membawa kedengkian ke¬cuali Allah akan menggantinya dengan orang lain yang lebih baik. Ingatlah! Madinah tak ubahnya seperti ubupan api tukang besi yang menyingkirkan hal hal buruk. Kiamat takkan terjadi sampai Madinah menyingkirkan orang-orang jahat di dalamnya sebagaima¬na ubukan api menyingkirkan kotoran besi,” (HR Muslim).

“Barang siapa yang meninggal dunia di Madinah hendaknya dia menerimanya (dengan bahagia) karena tidak ada orang yang meninggal dunia di Madinah kecuali kelak aku akan memberi syafaat kepadanya,” (HR. Ibnu Majah dan Tirmidzi).
MADINAH merupakan tempat wafatnya Nabi Muhammad SAW. Kota ini menjadi kota pijakan kedua bagi Rasulullah SAW setelah Mekkah. Walaupun destinasi ibadah haji jelas kota Mekkah, namun Madinah pun menjadi tujuan lain yang tak kalah menyemangatinya untuk umat Islam sedunia.
Ada banyak keistimewaan Kota Madinah, di antaranya adalah :
1. Allah menjadikan Madinah sebagai tempat masuk yang benar.  “Dan katakanlah (Muhammad), Ya Rabbku, masukkan aku ke tempat masuk yang benar dan keluarkan (pula) aku ke tempat keluar yang benar,” (QS. Al-lsra’: 80)
2. Madinah di-idhafah-kan kepada Nabi SAW. “Sebagaimana Rabbmu menyuruh¬mu pergi dari rumahmu dengan kebenaran,” (QS Al-Anfal: 5)
3.    Allah SWT memilih Madinah sebagai tempat hijrah, tempat tinggal, dan tempat meninggal Nabi SAW.
4.    Allah SWT menjadikan Madinah sebagai tempat kelahiran Islam.
5.    Rasulullah berdoa agar beliau dapat mencintai Madinah sebagaimana beliau mencintai Makkah atau lebih dari itu.

6.    Madinah diberi nama Thaibah dan Thabah (baik dan subur). Allahlah pemberi nama Madinah dengan nama tersebut. Hal ini merupakan pemuliaan dari Allah terhadap kota yang sangat dicintai Nabi SAW tersebut.
7.    Penduduk Madinah merupakan penduduk yang mendapatkan syafaat pertama dari Nabi setelah itu baru penduduk Makkah.
8.    Pahala kebaikan yang dilakukan di Madinah dilipatgandakan, seperti shalat, berpuasa, dan bersedekah.
9.    Madinah tidak pernah sepi dari ulama, orang bijak, dan orang yang taat beragama hingga Hari Kiamat. Ulama Madinah dan keilmuannya lebih tinggi tingkat keutamaannya dibandingkan dengan keutamaan dan keilmuan ulama selain Madinah.
10.    Peringatan yang sangat pedih bagi orang yang menzhalimi atau menakut-nakuti penduduk Madinah.
11.    Siapa di antara kaum Muslimin yang meninggal di Madinah, dia akan dibangkitkan dari kuburan sebagai bagian dari orang yang aman (dari siksa).
12.    Allah SWT memilih penduduk Madinah untuk menjadi penolong Allah dan Rasulullah sehingga mereka menjadi ahli penolong dan tempat berlindung.
13.    Disunahkan untuk bermukim di dekat Madinah karena dapat meningkatkan derajat dan kewibawaan.
14.    Rasulullah SAW memberikan syafaat dan bersaksi terhadap orang yang sabar menghadapi segala rintangan dan kesulitan yang terjadi di Madinah serta orang yang mengembuskan nafas terakhirnya di kota mulia itu. Disunahkan untuk berada di Madinah agar dapat meninggal di sana.
15.    Berpuasa Ramadhan di Madinah pahalanya sama dengan berpuasa seribu Ramadhan di luar Madinah.
16.    Kiblat Masjid Nabawi dan Masjid Quba merupakan kiblat paling lurus di muka bumi
17.    Di antara mimbar Masjid Nabawi dan rumah Rasulullah terdapat Raudhah yang hanya terdapat di Madinah. []

Segeralah Lakukan Amalan Shaleh sebelum 6 Hal Ini Terjadi

DEWASA ini tanda-tanda kiamat tengah berada di depan mata kita. Hal-hal yang telah dikatakan Rasulullah 14 abad yang lalu kini satu persatu mulai terjadi di tengah-tengah kita. Banyak pesan dari Rasulullah untuk umatnya di akhir zaman. Salah satu pesan Rasulullah adalah agar kita bersegera melakukan amalan shaleh sebelum didahului enam hal.
Imam Ahmad menuturkan, Abdush Shamad dan Affan bercerita kepada kami, keduanya berkata; Hilman bercerita kepada kami, Qatadah bercerita kepada kami, dari Hasan dari Ziyad bin Rabbah, dari Abu Hurairah, ‘Rasulullah bersabda, “Segeralah melakukan amalan-amalan sebelum (didahului) enam hal: Terbitnya matahari dari barat, Dajjal, kabut, hewan melata bumi, kemtian salah seorang dari kalian, dan hancurnya dunia,”

Qatadah berkata, “Rasulullah SAW mengatakan amrul amah, maksudnya adalah Kiamat,” (HR. Muslim).
Seperti itu juga diriwayatkan Muslim dari hadits Syu’bah dan Abdush Shamad, keduanya dari Himam, dengan matan yang sama. Selanjutnya Ahmad meriwayatkan hadits ini secara tersendiri, dengan matan yang sama, dari Abu Dawud, dari Imran Al-Qaththan, dari Qatadah, dari Abdullah bin Rabbah bin Abu Hurairah secara Marfu’, dengan matan serupa. []

Jika Dosa Itu Terlihat

JIKA dosa itu terlihat

Betapa busuk dan menjijikkan
Jika dosa itu terlihat
Betapa kotor tak sanggup penciuman dan penglihatan mendekat


Jika dosa itu terlihat
Tak ada yang sudi berkawan
Jika dosa itu terlihat
Yang tampan rupa
Yang cantik paras
Hina dalam sekejab
***
Jika dosa itu terlihat
Yang mulia harta dan tahta
Tak ada lagi hormat dan kebanggaan
Jika dosa itu terlihat
Gelar dan kesombongan tak akan mampu menghapus kotoran yang berlumur di wajah

***
Jika dosa itu terlihat
Yang mampu menghapusnya hanya memohon ampun kepada Allah Yang Maha Pemaaf
Astagfirullah
Astagfirullah
Astagfirullah
Bila dosa itu terlihat
Tak ada siapapun yang sanggup menutup bau dan aib yang berlumur di jasad
***
Dosa itu tak terlihat karena Allah Maha Pengasih
Selagi nafas masih di badan
Selagi jasad belum berjubah kafan
Selagi mulut masih berucap
Selagi tubuh masih bergerak
Selama itu pula kesempatan masih terbuka
Mengucap taubah dalam ucapan dan tindakan. []

Belajar Tawakal pada Burung


TAWAKAL sering disalahartikan sebagai sikap menyerah dan tak berdaya. Banyak orang menganggap tawakal adalah sikap pasrah, tanpa ada usaha dan kerja sama sekali. Ini sungguh keliru. Tawakal yang benar haruslah tercakup dua hal yakni penyandaran diri pada Allah dan melakukan usaha.
Ibnu Rajab Al Hambali mengatakan, “Usaha dengan anggota badan dalam melakukan sebab adalah suatu bentuk ketaatan pada Allah. Sedangkan bersandarnya hati pada Allah adalah termasuk keimanan,” (Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam, hal. 517)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengisyaratkan sikap tawakal dengan burung yang bisa pulang dalam keadaan mendapatkan rezeki dikarenakan ia juga melakukan usaha keluar di pagi harinya, disertai hatinya bersandar pada Allah.
Al Munawi mengatakan, ”Burung itu pergi pada pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali ketika sore dalam keadaan kenyang. Namun, usaha (sebab) itu bukanlah yang memberi rizki, yang memberi rizki adalah Allah Ta’ala. Hal ini menunjukkan bahwa tawakkal tidak harus meninggalkan usaha. Tawakkal haruslah dengan melakukan berbagai usaha yang akan membawa pada hasil yang diinginkan. Karena burung saja mendapatkan rizki dengan usaha. Sehingga hal ini menuntunkan pada kita untuk mencari rizki. (Lihat Tuhfatul Ahwadzi bisyarhi Jaami’ At Tirmidzi, 7/7-8, Asy Syamilah).
Allah subhanahu wa ta’ala dalam beberapa ayat juga menyuruh kita agar tidak meninggalkan usaha sebagaimana firman-Nya, ”Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang,” (QS. Al Anfaal: 60).
 Juga firman-Nya, “Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah,” (QS. Al Jumu’ah: 10).

Dalam ayat-ayat ini terlihat bahwa kita juga diperintahkan untuk melakukan usaha.
Sahl At Tusturi mengatakan, ”Barangsiapa mencela usaha (meninggalkan sebab) maka dia telah mencela sunnatullah (ketentuan yang Allah tetapkan). Barangsiapa mencela tawakkal (tidak mau bersandar pada Allah) maka dia telah meninggalkan keimanan.” (Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam, hal. 517). []